![]() |
| Dr. Iskandar Raih Gelar Doktor, Perkuat SDM Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat FIKPSI UM Pontianak. |
Pontianak, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKPSI) Universitas Muhammadiyah Pontianak terus memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) akademik sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Saat ini FIKPSI menaungi tiga program studi, yaitu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Program Studi S2 Kesehatan Masyarakat, dan Program Studi S1 Psikologi.
Penguatan kualifikasi akademik dosen menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kapasitas fakultas, terutama dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pengembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu capaian tersebut diraih Iskandar Arfan , dosen Program studi Magister Kesehatan Masyarakat FIKPSI Universitas Muhammadiyah Pontianak berhasil menyelesaikan Pendidikan Doktor Kesehatan Masyarakat pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga dengan IPK 3,96.
Iskandar merupakan mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat Angkatan 2022 dan penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Tahun 2022. Dalam ketentuan penyelesaian studi, mahasiswa dapat menempuh jalur ujian publikasi, setelah berhasil memenuhi persyaratan Iskandar menempuh lewat jalur publikasi, minimal tiga publikasi pada jurnal Internasional terindeks Scopus dengan peringkat minimal Q3. Ia kemudian menyelesaikan studi melalui ujian Disertasi Tertutup pada 11 Juni 2026.
Mengembangkan Keilmuan Epidemiologi Sosial melalui Pencegahan Dengue.
Iskandar memiliki fokus keilmuan pada Epidemiologi Sosial , yang mengkaji bagaimana kondisi , hubungan , dan struktural Sosial memengaruhi distribusi kesehatan dan penyakit pada individu maupun populasi. Fokus tersebut tercermin dalam penelitian doktoralnya yang menggunakan pendekatan Sosial ekologi untuk memahami keterkaitan berbagai faktor individu, hubungan sosial, kelembagaan, masyarakat, dan kebijakan dalam memengaruhi kinerja kader Jumantik dalam pencegahan Dengue.
Disertasi yang diselesaikan berjudul "Model Pencegahan Dengue Melalui Kader Jumantik Berbasis Sosial Ekologi dalam Optimasi Kinerja Kader" Penelitian dilakukan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dengan pendekatan mixed methods untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi kinerja kader sekaligus menggali pelaksanaan, kendala, dan kebutuhan penguatan peran kader Jumantik di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa peningkatan kinerja kader tidak cukup hanya melalui penguatan kinerja kader, juga berkaitan dengan self efficacy, dukungan sesama kader , dukungan kelembagaan, partisipasi masyarakat serta regulasi dan komitmen yang jelas.
Dari temuan tersebut , dirumuskan lima strategi utama untuk memperkuat kinerja kader Jumantik , yaitu penguatan kapasitas kader, penguatan dukungan sesama kader, penguatan kerja sama dan dukungan kelembagaan, penguatan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat serta penguatan regulasi dan komitmen.
Model tersebut diharapkan dapat menjadi masukan dalam penguatan kebijakan dan program pencegahan Dengue di tingkat pusat maupun daerah, termasuk bagi pemerintah daerah, Puskesmas, pemerintah desa dan berbagai pihak terkait. Pendekatan tersebut juga berpotensi diterapkan di daerah dengan karakteristik permasalahan serupa.
Produktif Menghasilkan Karya Akademik
Selama menjalani Pendidikan Doktoral, Iskandar juga aktif menghasilkan berbagai karya akademik . Ia berhasil menerbitkan artikel pada Jurnal Internasional Terindeks Scopus Q2 serta dua artikel pada Jurnal Scopus Q3. Satu artikel lainnya telah diajukan pada jurnal Scopus Q1 saat ini menunggu keputusan acceptance.
Selain publikasi Ilmiah , dalam periode 2023-2025 Iskandar menghasilkan 10 buku. Pada Tahun 2023 , ia memperoleh penghargaan sebagai Best Presenter dalam presentasi ilmiah 7th International Symposium of Public Health dengan tema "Strengthening the Health System by Encouraging Community Independence to Improve Public Health Status in Society 5.0 Era.
Capaian tersebut menjadi bagian dari proses akademik yang ia jalani selama pendidikan Doktoral . Bagi Iskandar , kegiatan akademik selama studi tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian , tetapi menjadi kesempatan untuk terus belajar, menghasilkan karya dan berbagai pengetahuan.
Memperkuat Kontribusi bagi Fakultas dan Masyarakat
Setelah menyelesaikan Pendidikan Doktoral, Iskandar berharap capaian tersebut dapat memperkuat kontribusinya di FIKPSI Muhammadiyah Pontianak, khususnya dalam pengembangan pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
"Gelar Doktoral bagi saya bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi sebuah amanah untuk terus belajar dan memberikan manfaat. Penyelesaian studi Doktoral ini menjadi awal perjalanan berikutnya untuk terus belajar dan mengembangkan ilmu dan memperkuat Kontribusi saya sebagai akademis di FIKPSI Universitas Muhammadiyah Pontianak melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap dapat terus menghadirkan karya yang tidak hanya bernilai secara akademis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat" jelas Iskandar.
Menurut Iskandar, pencapaian tersebut tidak terlepas dari rahmat dan pertolongan Allah SWT , ikhtiar, komitmen, serta dukungan dari berbagai pihak.
"Tentu tanpa rahmat dan pertolongan Allah SWT, saya tidak akan sampai pada tahap ini. Setiap proses juga tidak mungkin saya lalui sendiri. Ada banyak pihak yang memberikan dukungan doa, bantuan, dan semangat selama perjalanan pendidikan Doktoral ini, kepada penyelenggara Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Universitas Muhammadiyah Pontianak atas dukungan moril dan materi selama ini, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Keluarga besar FIKPSI Universitas Muhammadiyah Pontianak, promotor Prof. Dr. Lilis Sulistyorini, Ir., M.Kes dan ko promotor Dr. Muji Sulistyowati, SKM. M.Kes seluruh penguji disertasi, serta rekan-rekan seperjuangan Program Doktor Kesehatan Masyarakat angkatan 2022 Universitas Airlangga. Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kelancaran proses penelitian dan pendidikan , serta keluarga tercinta orangtua, mertua, istri, dan anak saya yang menjadi sumber doa, dukungan dan semangat selama menjalani pendidikan Doktoral."
Ilmu Sebagai Jalan Menebar Kebaikan.
Merefleksikan perjalanan yang telah dilalui, Iskandar memandang bahwa pencapaian akademik bukanlah titik akhir, melainkan bagian dari perjalanan untuk terus belajar dan memberikan manfaat.
"Saya percaya, perjalanan yang dijalani dengan tekun , kerja keras, dan niat yang baik akan menemukan maknanya . Pencapaian bukan hanya tentang sampai pada tujuan, tetapi tentang bagaimana setiap langkah dalam perjalanan dapat terus membawa kebaikan dan manfaat . Semoga pencapaian ini menjadi pengingat untuk terus belajar, tetap rendah hati, dan menjadikan ilmu sebagai jalan untuk berbuat lebih banyak kebaikan dan memberikan manfaat bagi sekitar"tutur Iskandar.
Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, FIKPSI Universitas Muhammadiyah Pontianak diharapkan semakin memiliki kapasitas akademik yang kuat dalam mendukung pengembangan pendidikan dan keilmuan pada bidang kesehatan masyarakat . Capaian tersebut juga menjadi bagian dari komitmen fakultas untuk terus meningkatkan kualitas SDM dan memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat.
Tags:
#Pendidikan
Trending
