![]() |
| Salah satu Penimbunan CPO milik perusahaan di Kabupaten Sekadau. |
Sekadau, wartakalbarterkini.com,- Tangki timbun sejumlah Pabrik Kelapa Sawit di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat di laporkan hampir penuh karena tongkang angkut CPO selama ini melalui Sungai Kapuas berhenti operasi akibat aliran sungai dangkal.
Kemarau panjang hingga bulan September 2026 mengakibatkan debit air Sungai Kapuas mengalami surut, tidak kecuali wilayah Kabupaten Sekadau sehingga alur distribusi CPO dari wilayah Sekadau menuju pelabuhan ekspor berhenti total.
Pendangkalan Sungai Kapuas di Sekadau diakui salah seorang GM Pabhik Kelapa Sawit di Kecamatan Belitang berdampak operasi distribusi CPO menggunakan kapal tongkang terkendala dan pembelian Tandan Buah Segar(TBS) hanya plasma dan inti.
"Perusahaan masih produksi, walau tangki timbun CPO mendekati kapasitas maksimal, pembelian TBS dari luar sementara stop kami fokus cari solusi distribusi CPO lewat angkutan darat" Fahrurrazi Senin[7/9/2026]
Kebijakan dikatakannya bersifat sementara berdasarkan kondisi batas kapasitas penimbunan CPO sudah mendekati 100%, dengan distribusi darat diharapkan tangki timbun CPO bisa berkurang.
Kondisi tidak jauh beda dialami salah sahu perusahaan di wilayah Sekadau Hulu operasi pabrik hanya menerima TBS plasma dan inti, walau hampir mencapai kapasitas timbun maksimal, pabrik masih operasi.
" Pabrik masih operasi dengan pembatasan TBS tadi, kami berharap situasi ini bisa kembali normal" kata Humas PT. DSN Group .
Kondisi yang dialami pabrik kelapa sawit tidak berhenti hanya permasalan perusahaan sendiri, secara luas menyasar petani di wilayah Belitang yang menggantungkan perekonomiannya di sektor perkebunan sawit, petani jual kemana TBS .
"Buah sawit harga anjlok dari Rp.3.000/kg kemaren jual Rp. 2.500/kg , kalau harga anjlok lagi berat bagaimana ini" keluh Supriyatno petani sawit di Belitang.
Dampak semua ini tidak hanya petani, buruh bongkar muat di petusahaan dan vendor pembeli TBS lambat laun akan merasakan karena kehilangan jam kerja.Negara bakal terimbas kehilangan devisa ditengah harga CPO dunia lagi naik daun.
Trending
