![]() |
| Wakil Bupati Sanggau Susana Harpena Minta Pers Ambil Andil Mendukung Pembanhunan Berkelanjutan di Bumi Dara Nante[foto 28/10]. |
Sanggau: Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menghadiri dan membuka kegiatan Orientasi Keorganisasian dan Kewartawanan [OKK] Persatuan Wartawan Indonesia [PWI] Kalimantantan Barat Angkatan ke VI diikuti 26 orang jurnalis berasal dari Kota Pontianak, Kabupaten Landak, Sanggau, Sekadau, Melawi dan Sintang bertempat di Aula Babai Cingai Kantor Bupati Sanggau, Rabu [28/10/2026].
Dalam kesemoatan tersebut politisi Partai Golkar itu ingin insan pers menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sanggau.
Pers diharapkan menyampaikan informasi akurat kepada publik tentang capaian pembangunan yang dilaksanakan jajaran Pemkab Sanggau.
Susana mengatakan, perkembangan teknologi dan perubahan regulasi menuntut insan pers terus beradaptasi, terutama dalam menghadapi kebutuhan masyarakat terhadap informasi melalui media online.
Menurutnya, kecepatan penyampaian berita harus dibarengi akurasi agar berita yang akan dibaca masyarakat berdasarkan fakta dan sumbernya jelas.
“Teman-teman pers juga harus mampu beradaptasi, terutama menyajikan berita yang akurat. Kawan-kawan pers adalah bagian dari mitra pemerintah daerah,” ujar Susana.
Pemerintah Kabupaten Sanggau berharap pers dapat berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.
Susana juga menyoroti posisi strategis Kabupaten Sanggau yang berada di kawasan perbatasan negara, khususnya dengan keberadaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.
Menurutnya, kawasan perbatasan memiliki nilai penting sehingga perlu mendapat perhatian dalam pemberitaan, termasuk mengenai perkembangan pembangunan, potensi daerah, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia berharap insan pers dapat mengangkat isu-isu strategis di kawasan perbatasan agar perkembangan Kabupaten Sanggau dan Kalimantan Barat semakin dikenal luas.
Susana menyebutkan, sinergi antara pemerintah daerah dan media juga diperlukan untuk menyampaikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Sektor pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan menjadi sejumlah bidang yang perlu mendapat perhatian dalam pemberitaan. Informasi mengenai program pemerintah dinilai penting agar masyarakat mengetahui upaya yang telah dilakukan sekaligus memahami manfaatnya.
Selain itu, Susana menyoroti persoalan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menjadi perhatian di wilayah perbatasan Sanggau. Pers diharapkan turut mengangkat persoalan tersebut secara akurat, disertai informasi yang dapat meningkatkan perhatian terhadap perlindungan masyarakat.
Persoalan anak putus sekolah juga menjadi salah satu isu yang membutuhkan sinergi berbagai pihak. Melalui pemberitaan yang berimbang dan berbasis fakta, media diharapkan dapat membantu mendorong perhatian terhadap persoalan pendidikan tersebut.
Di bidang ekonomi, Susana mendorong media untuk lebih banyak mengangkat potensi daerah, aktivitas pelaku usaha, serta peluang investasi di Kabupaten Sanggau.
Ia menilai, kontribusi perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, termasuk sektor pertambangan dan perkebunan, perlu disampaikan kepada publik. Salah satunya melalui informasi mengenai pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
Menurut Susana, kolaborasi pemerintah daerah, perusahaan, pelaku usaha, dan media menjadi penting, terutama ketika pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
Ia menegaskan, pemberitaan mengenai pembangunan tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga perlu mengungkap hasil program, kontribusi berbagai pihak, serta persoalan yang masih membutuhkan penyelesaian.
Menutup pernyataannya, Susana berharap peserta OKK VI PWI Kalbar dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Trending
