![]() |
Pontianak, wartakalbarterkini.com,- Josepha Alexandra akrab disapa Ocha sosok pelajar SMA Negeri 1 Pontianak sontak jadi sorotan dan perhatian publik, ia kokoh berdiri dan percaya diri bersama tim pada lomba LCC 4 Pilar MPR Tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 melakukan perlawanan lewat protes atas keputusan dewan juri yang mengatakan jawaban tim yang disampaikan Ocha salah.
Ia memperjuangkan kebenaran, Ocha sendiri merupakan peserta lomba yang sama tahun 2025 , dari sisi kapasitas dia mumpuni dan tahu betul apa yang diperjuangkannya bersama tim.
Ocha dengan tegar dengan attitude mengatakan minta izin sembari mengulangi jawaban dari pertanyaan yang dibacakan MC, diakhir kalimatnya ia minta maaf upaya dan perjuangannya mempertahankan kebenaran tetap kandas ditangan dewan juri tanpa ada pertimbangan.
Adab dan keberanian Ocha benar-benar membuat publik nasional terkesima . Tak pelak keputusan juri menuai sorotan sejagat Nusantara, sekelas lembaga MPR mendapat sorotan.
Apa yang dipertontonkan Ocha bukanlah soal skor dan angka, tapi lebih dari itu kejujuran dan harga diri tidak boleh tercabik-cabik oleh silaunya jabatan dan gelar.
Ocha telah memberi contoh nyata seberat apapun kebenaran dan kejujuran harus ditegakkan, publik tau dan sadar siapa pemenang sejati walau tanpa genggaman piala dan medali.
Editorial.
Trending
