Pontianak Kubu Raya Sekadau Sanggau Landak Sintang Melawi Kapuas Hulu Ketapang Bengkayang Singkawang Mempawah Sambas Kayong Utara

Musim Kemarau, Penanaman Padi di Desa Nanga Kiungkang Tertunda

Hamparan sawah milik Natsir tampak mengering, akibat kenarau sehingga jadwal tanam padi  mundur/tertunda.


Sekadau, wartakalbarterkini.com,- Musim kemarau berkepanjangan berdampak bagi petani untuk menanam padi.  karena lahan mengalami kekeringan sehingga sawah mengeras, kalajpun dipaksa tanam tudak akan bertahan hidup akibat  irigasi  yang biasanya mengaliri air ke sawah  kondisinya  kering.


Natsir petani di Desa Nanga Kiungkang, Kecamatan Nanga Taman, Kabuoaten Sekadau mengaku bibit sebanyak 15 kg untuk sawah 1 ha sudah memasuki 1 bulan kalau dari usianya sudah harus tanam, namun apa daya kemarau menghalangi niat baik pria berusia 65 tahun itu.


"Sebulan sudah dibajak, seharusnya dialiri air supaya tanah lembut sebelum tanam namun sampai hari ini air hujan dan irigasi tak kunjung mengalir" ungkapnya Rabu[9/9/2026] ditemui di areal sawahnya di Jl Kiungkang-Sungai Lawak.


Musim kemarau yang berdampak tertundanya masa tanam padi dikhawatirkan biaya pengolahan kembali lahan membengkak mengingat tanah kembali mengeras .


Ia berharap musim kemarau berakhir, kalau dibanding tahun 2025, seharusnya bulan September sudah selesai tanam dengan siklus masa pemupukan di minggu kedua, kekhawatiran berkurangnya hasil panen pun menghantuinya.


"Bibit sudah lewat 1 bulan, lazimnya tanam 3 minggu, Dampaknya anakan padi kurang akibat bibit tua" cemasnya.


Menyikapi ini, Pemerintah Desa Nanga Kiungkang sudah berupaya mencari sumber air yang bisa dialirkan  ke sawah milik warga, namun karena aliran sungai juga bernasib sama mengering.


"Apa yang dialami petani sawah di Kingkang memang sangat mengkhawatirkan, hampir semua sawah alami kekeringan dan sumber air tidak ada yang dekat" jelas Ansri Kepala Desa Nanga Kiungkang.

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Next